Kamis, 29 November 2012

Cerpen 1000 kata tema cinta tanah air


Membuat Sekolah Higienis dan Bersih
Pada suatu hari siswa – siswi SMP NUSANTARA SURABAYA mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata pertama pada tahun 2009 – 2010.
Mereka sangat bangga atas penghargaan tesebut. Sischa Fersisda adalah salah satu murid SMP NUSANTARA, dia adalah salah satu murid yang berprestasi dalam hal akademik maupun luar akademik.
Diluar akademik ia mengikuti ekskul Tunas Hijau yang sering di ikuti sekolah – sekolah dimana saja.
“Atas berkat bantuan siswa – siswi SMP NUSANTARA sekolah ini mendapatkan penghargaan yang saya ingin – inginkan selama ini .” kata Kepala Sekolah SMP NUSANTARA,
“Apakah bapak ingin mewujudkan seluruh sekolah dan warga surabaya bersih dan higienis seperti sekolah bapak ini ? ” wartawan bertanya.
Dijawab oleh Sischa “Saya sebagai ketua ekskul Tunas Hijau ini akan mencontohkan kebiasaan baik kepada warga sekolah, tetangga saya, dan dimanapun saya akan mewujudkan Sekolah Higienis dan Bersih” “Apakah anda yang membuat sekolah ini diberi penghargaan Adiwiyata?” wartawan pun bertanya
“Bukan hanya saya sendiri. Semua warga sekolah pun juga mengikuti ini, begitu pula anggota osis yang saya Ketuai ini” Sischa menjawab.
Pada hari kelima setelah diberikan penghargaan itu, SMP NUSANTARA benar – benar menerapkan mottonya.
Mottonya adalah “Membuat Sekolah Higienis dan Bersih”, sekolahnya pun sangat – sangat higienis dan bersih. Karena di setiap sudut – sudut sekolah telah diberikan Tong Sampah kreasi sendiri.
 Tong Sampah itu telah di berikan gambar atau di cat sendiri. Tong sampah itu terbuat dari timba bekas atau timba yang sudah tidak digunakkan lagi lalu di beri gambar kreasi sendiri dan di cat sesuai keinginan kita masing – masing.
“Ide ini kita dapatkan dari siswa – siswi kita” kata Kepala Sekolah.
Karena sekolah ini telah mewujudkan mottonya, sekolah ini pun mengadakan lomba Kelingsih atau Kelas Paling Bersih. Jika kelas VII sampai dengan kelas IX telah membersihkan kelasnya atau membuat kelasnya bersih kelas itu akan menang.
Setelah beberapa jam, kelas masing – masing murid telah di bersihkan Kepala Sekolah pun keliling kelas melihat bagaimana keadaan kelas tersebut. Ada di suatu kelas VIII F yang kelasnya kotor dan muridnya tidak mau bertanggung jawab. A
Akhirnya kelas itu di hukum oleh Kepala Sekolah untuk membersihkan ruang kelasnya dan kamar mandi atau toilet sekolah. Kepala sekolah pun mengeliling kelas – kelas lagi, ternyata setelah melihat dilantai 3.
Kepala Sekolah pun terkejut. “Lantai kelas berapa ini???” kata Kepala Sekolah. Para guru – guru pun kebingungan, guru kesiswaan pun datang dan menjawab “Lantai ini, lantai kelas IX A sampai H pak.” “Ini lantai kelas yang sangat – sangat bersih di bandingkan lantai kelas lainya.” kata Kepala Sekolah.
Tidak diherankan lagi karena lantai 3 tersebut adalah lantai kelas IX, yang kebanyakan muridnya menyukai kebersihan. Apalagi kelas IX B yang sangat – sangat bersih, di karenakan kelas tersebut ada Sischa Fersisda yang pernah menduduki jabatan Ketua Tunas Hijau.
Sischa telah membuat apa saja yang iya punya menjadi bersih seperti membuat lingkungan rumahnya bersih, lingkungan sekolah, dan yang lainnya.
Dan akhirnya semua murid ata siswa – siswi sekolah itu dikumpulkan menjadi satu di lapangan upacara untuk di umumkan siapa pemenang Kelingsih kali ini. “Saya sangat senang untuk kelas – kelas yang ada di lantai 3. Karena apa, lantai 3 ini adalah lantai yang sangat bersih dibandingkan lantai yang lainnya.
Dan saya sekarang telah mengetahui pemenang Kelingsih kali ini.” Ucap Kepala Sekolah. “Dan pemenang Kelingsih juara III di menangkan oleh kelas VIII D, dan juara II dimenangkan oleh kelas VII A.
Dan juara I dimenangkan oleh................” suasana pun semakin tegang, dan dilanjutkan lagi oleh guru kesiswaan “Oleh kelas....... IX B”. Sorak – sorak gembira suara kelas IX B yang sangat senang atas kemenangannya kali ini. “Di persilahkan untuk ketua kelas VIII D, VII A, dan IX B untuk maju kedepan mengambil Piala Kelingsih ini” ujar guru kesiswaan.
Setelah dipersilahkan untuk maju, kelas IX B pun semangat untuk membersihkan lingkungannya.
Lalu tak lama kemudian ada seorang wartawan yang ingin meliput sekolah ini  “Mengapa bapak mengadakan lomba Kelingsih ini??” wartawan bertanya kepada Kepala Sekolah. “Karena dari lomba ini saya bisa memberi tanggung jawab kepada setiap siswa dan membuat kebiasaan bersih” jawab Kepala Sekolah.
Beberapa hari setelah kejadian itu, banyak sekali sekolah – sekolah yang meniru kebiasaan SMP NUSANTARA yang mencintai kebersihan itu. Karena kebersihan adalah sebagian dari Iman.
Lalu tak lama kemudian Sischa membuat tas, rompi, dan lain sebagainya yang terbuat dari barang – barang bekas. Barang – barang bekas tersebut seperti bungkus sabun deterjen, bekas bungkus muniman, bekas bungkus pewangi pakaian, dan lain sebagainya.
Sischa membuat kerajinan seperti itu, agar bisa mendapatkan atau menghasilkan uang sendiri, dari hasil menjual barang – barang bekas tersebut. Sebelum Sischa menjualnnya, barang – barang bekas tersebut ia bawa di sekolahnya untuk membuat acara Go Green.
Ia terapkan kebiasaan Go Green untuk di tiru semua warga sekolah.
“Karena warga sekolah sering membuang sampah sembarangan, mengapa kita tidak ciptakan kebiasaan Go Green?” ujar Sischa.
“Apa kamu bisa wujudkan itu semua?” tanya wartawan
“Saya pasti bisa. Karena tidak ada yang tidak bisa di dunia ini. ‘Jangan pernah menyerah sebelum mencobanya’ itu adalah motto saya untuk hidup.” jawab Sischa
“Oh, terimah kasih atas waktunya ya?” ujar wartawan
“Iya pak” jawabnya
Kebiasaan Go Green ini sangat – sangat di lakukan oleh seluruh warga sekolah. Terutama siswa dan pembantu sekolah menjalankan kebiasaan Go Green tersebut. “Karena kebiasaan ini sangat baik, mengapa kita tidak lakukannya?” ujar Kepala Sekolah .
Setelah beberapa tahun, SMP NUSANTARA pun terkenal dimana – mana. Karena sekolah ini sangat sering melakukan hal – hal atau kebiasaan baik yang patut di tiru sekolah lainnya.
Tunas Hijau pun memberi julukan SMP NUSANTARA adalah Sekolah Higienis dan Bersih. Semua warga sekolah pun bangga atas julukan tersebut.
Dan akhirnya sebagian sekolah yang ada di Kota Surabaya, higienis dan bersih. Begitu pula SMP NUSANTARA yang menjadi pelopor Go Green, Sekolah Higienis dan Bersih ini sangat bangga, karena atas kebiasaan baik nya yang di ikuti oleh sekolah – sekolah lainnya.
Dan hampir sekolah yang ada di Surabaya pun higienis dan bersih itu di karenakan Tunas Hijau yang mempromosikan Sekolah Higienis dan Bersih.
“Berkat adanya Tunas Hijau ini, hampir seluruh sekolah yang ada di Kota Surabaya pun menjadi bersih. Kebiasaan ini juga saya terapkan di kantor – kantor dan di Pemerintahan Kota Surabaya” ujar walikota surabaya.
Kebiasaan baik ini dapat kita tirukan menjadi kebiasaan kita. Jadi kalian harus suka memunguti sampah, jika kalian temui .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar